Rumah Syariah

Berita

Penutupan Kegiatan 2026: Refleksi Satu Tahun dengan Penuh Syukur

RSa Media, Kairo –Pada Kamis, 9 April 2026, Rumah Syariah telah sampai di penghujung perjalanan satu tahunnya melalui acara Penutupan Kegiatan 2026, yang dilaksanakan di Markas Besar Rumah Syariah. Kegiatan evaluasi kali ini menjadi momen kebersamaan terakhir bagi angkatan Kawkaba dan Arsyena.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Burdah karya Imam Al-Bushiri dan berlangsung hingga waktu magrib. Setelah salat Magrib, acara dibuka oleh Muhammad Adlin selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Raushan Fikri Octarian, lalu menyanyikan Mars Rumah Syariah. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan pembina.

 

Ustazah Putri Widya Sari Hasibuan menyampaikan, “Time flies so fast. Teman-teman orang yang hebat karena sudah bertahan sampai hari ini. Kami dari pembina mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Awalnya, kita mengira hanya mengejar ilmu di Rumah Syariah, tapi kita juga diajarkan akhlak yang baik, diajarkan untuk mengapresiasi hal-hal kecil dan banyak hal lainnya,” tutur beliau.

Beliau juga berpesan kepada para calon wisudawan untuk menyelesaikan seluruh persyaratan kelulusan dengan baik serta tetap memenuhi panggilan berkhidmah setelah menjadi alumni. Tidak lupa, beliau turut memberi kesan kepada angkatan Naqeeba bahwa mereka adalah orang-orang yang selalu semangat dan memiliki motivasi yang kuat dari dalam diri mereka sendiri.

Gambar 1: Ustaz Muhammad Luthfie, Ustaz Yusup Suhada, Lc., Dipl., Ustaz Efendi Septiono, Lc., Dipl., Ustaz Alif Watra Sarajeva, Lc., Dipl., Ustaz Rifqi Hadiyan, Lc.
Gambar 2: Ustazah Nor Luthfia, Lc., Dipl., Ustazah Rifa Rahmah Rasyidah, Lc., Dipl., Ustazah Putri Widya Sari Hasibuan, Ustazah Rizqi Azkiya, Lc., Dipl., Ustazah Salsabillah, Lc., Dipl., Ustazah Sinta Dewi, Ustazah Dara Mulya

Kegiatan ini juga bertepatan dengan perpisahan para pembina yang telah purna tugas di Rumah Syariah, di antaranya: Ustaz Alif Watra Sarajeva, Lc., Dipl., Ustaz Yusup Suhada, Lc., Dipl., Ustazah Noor Luthfia, Lc., Dipl., Ustazah Sinta Dewi Santikani, Ustaz Muhammad Luthfie Ahmad Chowie, Ustaz Rifqi Hadiyan Firmansyah, Lc., Ustazah Putri Widya Sari Hasibuan, Ustazah Salsabillah Daswanissa, Lc., Dipl., Ustazah Rifa Rahmah Rasyidah, S.Hum, dan Ustazah Dara Mulya Dinanti.

Ustaz Efendi Septiono, Lc., Dipl., selaku Koordinator Pembina Umum Rumah Syariah 2024-2026, mempersilakan satu per satu para pembina untuk menyampaikan kesan selama menjadi pembina dan pesan untuk para anggota aktif.

Dalam suasana haru, Ustaz Alif Watra menyampaikan, “Saya ingin menitipkan Rumah Syariah kepada kawan-kawan sekalian. Tolong jaga dan lestarikan Rumah Syariah sampai dunia ini tidak ada lagi. Jadikan Rumah Syariah ini tempat jiwa-jiwa muda yang kelak akan datang, kemudian belajar, kemudian berkhidmah, kemudian mencintai rumah ini seperti kami pernah mencintainya.”

Beliau juga menambahkan kutipan,

اجعل من يراك يدعو لمن رباك

“Jadikanlah diri kalian ketika bermuamalah dengan orang lain, kemudian mereka bertanya tentang kalian, hingga mereka tahu siapa yang mendidik kalian, yaitu Rumah Syariah, yang akhirnya mereka mendoakan Rumah Syariah.”

Pesan-pesan penuh makna juga disampaikan oleh para pembina lainnya. Ustaz Yusup Suhada mengungkapkan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari keluarga Rumah Syariah.

“Menurut keyakinan saya, masisir belum keren kalau belum mengajar di Rumah Syariah. Kalau saya belum masuk Rumah Syariah, saya bukan siapa-siapa. Selama saya belum berkhidmah di Rumah Syariah berarti saya nol. Walau saya bukan alumni, saya merasa bagian dari Rumah Syariah. Saya menganggap rumah ini berkah, satu-satunya tempat yang berhasil, saya bisa melihat hasilnya ada. Saya tidak diberi uang karena mengajar di Rumah Syariah, tapi saya diberi keluarga.”

Sementara Ustazah Noor Luthfia mengingatkan pentingnya Al-Qur’an dan kesadaran akan kematian sebagai pedoman hidup seorang penuntut ilmu. “Saya meninggalkan kepada kalian dua nasihat: naathiq dan shoomit. Al-Qur’an dan kematian. Tujuan akhir dari semua ilmu adalah ketakwaan kita kepada Allah. Untuk kita semua sebagai talib, perbanyaklah penunjang seperti tahajud, qobliyah, dan ba’diyyah.”

Ustazah Sinta Dewi turut memberikan motivasi agar para anggota tetap istikamah di jalan ilmu, meskipun penuh tantangan. “Kita semua berada di jalan yang sama, jalan yang tidak mudah, jalan yang diwariskan oleh para nabi, yaitu jalan ilmu. Jangan berhenti di tengah jalan, meski terbata-bata, karena manisnya ada di akhir. Sering kali kita merasa lemah dan tidak mampu, maka angkatlah tangan kita untuk meminta kepada-Nya kemudahan. Sebentar lagi jalan kita akan berbeda, tapi ingatlah kita pernah berjalan di atas jalan yang sama, di Rumah Syariah. Rumah Syariah menjadi nikmat terbesar saya, kalau tidak diberi kesempatan, mungkin hari-hari saya akan terasa hampa.”

Sementara itu, Ustaz Muhammad Luthfie menekankan pentingnya keberkahan ilmu melalui nasihat,

ثبات العلم بالمذاكرة ونفعه برضى شيخ وبركته بالخدمة

“Kokohnya ilmu itu dengan mengulang (mudzakarah), manfaatnya dengan rida guru, dan keberkahannya dengan melayani (guru).”

Pesan lainnya datang dari Ustaz Rifqi Hadiyan. “Pada hakikatnya kami yang belajar, karena guru bertanggung jawab terhadap yang dia sampaikan. Banyak sekali yang saya pelajari, terutama dalam memahami orang lain. Untuk Kawkaba, semoga bisa menjadi rasi bintang penunjuk arah untuk orang lain, minimal untuk diri sendiri. Untuk Arsyena, semoga tetap powerful, excited dengan semua acara. Tetap bergandeng tangan untuk menghadapi semua. Untuk Naqeeba, semoga bisa memimpin dan mengemban amanah di Rumah Syariah dengan baik.”

Serta Ustazah Salsabillah mengingatkan, “Belajar di Rumah Syariah salah satu tujuannya adalah mengantarkan kita untuk mencintai ilmu, jadi gerbang untuk duduk di depan masyayikh dan baca kitab. Jangan sampai ketika sudah selesai, kita kehilangan arah. Mohon gunakan kesempatan ini dengan baik. Kalau suatu hak yang kita miliki sekarang adalah hak yang tidak dimiliki orang lain, maka gunakan dengan sebaik-baiknya,” pesan. Beliau menambahkan sebuah syair berbunyi,

فامنن علينا بالبدار فإنما … اعمار اوقات السرور قصار

“Maka bersegeralah berbuat baik kepada kami, karena sesungguhnya umur saat-saat kebahagiaan itu sangatlah singkat.”

“Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ustaz Efendi dan jajaran pembina, dan terima kasih yang spesial kepada Ustazah Rizqi. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dan saya sangat bersyukur,” ucap Ustazah Rifa.

“Nikmati, jalani dengan baik, maksimalkan, ambil berkahnya semua,” tambah Ustazah Dara.

Kesan dan pesan dari jajaran para pembina ditutup oleh Ustaz Efendi Septiono. “Senang sekali bisa jadi momen bahagia malam hari ini. Mau sekeras apa pun membalas kebaikan mereka, pada akhirnya kita tetap tidak bisa membalasnya. Untuk kawan-kawan Kawkaba dan Arsyena, jadilah tumbuhan yang rindang di luar sana, yang meneduhkan. Berkabar ya. Jika kalian lelah dijadikan teladan dan ingin dianggap anak kecil, datanglah ke kita. Pintu rumah kami selalu terbuka.”

Acara penutupan kegiatan kemudian diakhiri dengan menyanyikan lagu “Ruang Baru”, lalu dilanjutkan dengan doa dan foto bersama. Semoga momen kali ini bukan menjadi momen yang benar-benar terakhir untuk berkumpul bersama. Semoga segala khidmah yang telah diperjuangkan bisa bernilai penuh keberkahan.

Reporter: Khairunnisa Ghina Syarifah

Editor: RSa Media

Scroll to Top