
RSa Media, Kairo – Kamis, 5 Maret 2026 pukul 16.00 EET, Rumah Syariah melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sekaligus pelantikan pengurus baru. Kegiatan yang berlangsung di Markas Besar Rumah Syariah ini dihadiri oleh koordinator pembina umum, jajaran pembina, pengurus periode sebelumnya, pengurus yang akan dilantik, serta beberapa pihak terkait lainnya.
Di tengah rangkaian acara tersebut, sebelum penyampaian LPJ dimulai, dilaksanakan peluncuran Smart System Rumah Syariah; sebuah sistem digital yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan dan pendataan anggota. Peluncuran ini menjadi salah satu karya yang dihasilkan oleh pengurus Kawkaba selama masa kepengurusan mereka. Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan video yang memperlihatkan hasil kerja keras para pengurus dalam membangun sistem tersebut.
Gagasan pembuatan sistem ini berawal dari salah seorang pengurus yang mengusulkan adanya bentuk legalisasi keanggotaan melalui pembuatan kartu tanda anggota (KTA). Pada waktu yang sama, pengurus juga sedang melakukan perbaikan terhadap website Rumah Syariah yang sebelumnya mengalami kendala. Dari dua kebutuhan tersebut kemudian muncul sebuah ide untuk mengintegrasikan kartu anggota dengan sistem website agar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam pengelolaan kegiatan.
Melalui pengembangan tersebut, lahirlah Smart System Rumah Syariah, sebuah sistem yang mengintegrasikan berbagai aspek pengelolaan lembaga dalam satu platform digital. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendataan anggota, tetapi juga sebagai alat untuk mendigitalisasi berbagai aktivitas dan meningkatkan efisiensi administrasi di Rumah Syariah.
Salah satu fitur utama dari sistem ini adalah penggunaan QR Code pada kartu anggota. Setiap anggota memiliki QR Code personal yang dapat dipindai oleh ketua kelas atau ketua rumah melalui website untuk mencatat kehadiran dalam berbagai kegiatan, seperti dars, One Day One Juz, sorogan, dan kegiatan lainnya. Melalui mekanisme tersebut, seluruh data kehadiran akan secara otomatis tersimpan dalam bank data Rumah Syariah dan menghasilkan laporan bulanan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, para pengurus tidak perlu lagi melakukan pendataan manual setiap bulannya.
Dalam sambutannya, Ustaz Efendi Septiono Lc., Dipl., selaku koordinator pembina umum kala itu menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para pengurus, khususnya divisi sekretaris yang telah menggagas ide tersebut. Beliau menegaskan bahwa karya yang dihasilkan oleh pengurus tidak hanya menjadi pencapaian bagi satu periode kepengurusan, tetapi juga menjadi warisan yang dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Beliau kemudian mengutip sebuah bait dari Imam Syafi’i:
“قَد مَاتَ قَومٌ وَمَا مَاتَت مَكَارِمُهُم .. وَعَاشَ قَومٌ وَهُم فِي النَّاسِ أَموَاتُ”
“Telah mati suatu kaum, namun kemuliaan mereka tidaklah mati; dan telah hidup suatu kaum, namun mereka bagaikan mayat di tengah manusia.”
Beliau juga berpesan agar setiap orang senantiasa hidup dengan menghadirkan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Karna hidup bukan sekadar ada, tetapi juga meninggalkan karya yang dapat dirasakan oleh generasi setelahnya.
Peluncuran Smart System Rumah Syariah diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan komunitas yang lebih profesional, transparan, dan efisien, sejalan dengan moto Rumah Syariah: Berilmu, Berakhlak, dan Peduli.
Reporter: Shahifa Naila



