Rumah Syariah

Berita

Seminar Takhrij Hadis: Sarana Verifikasi Keotentikan Hadis dan Periwayatan

RSa Media, Kairo – Hadis merupakan salah satu landasan utama dalam pengambilan hukum syariat setelah Al-Qur’an. Dalam perkembangannya, pembahasan hadis berkembang menjadi berbagai cabang ilmu, salah satunya adalah ilmu takhrij hadis.

Ilmu takhrij hadis sendiri merupakan proses pelacakan asal-usul suatu hadis dari sumber primer (kitab-kitab hadis) untuk mengetahui tempat periwayatannya, sanad, matan, serta statusnya menurut ulama hadis. Urgensi penguasaan ilmu ini semakin terasa di tengah maraknya penyebaran hadis tanpa sumber yang jelas dan penggunaan hadis tidak pada tempatnya karena minimnya pemahaman sebuah hadis.

Menjawab kebutuhan tersebut, Rumah Syariah mengadakan agenda rutin berupa Seminar Takhrij Hadis bagi para anggota aktif, khususnya anggota Pusat Tingkat 1, guna menjadi pelengkap terhadap cabang ilmu yang sedang mereka pelajari, yaitu ulumul hadis. Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi: sesi teori pada hari Ahad, 5 April 2026, dan sesi praktik pada hari Senin, 6 April 2026, yang bertempat di Rumah Sinai, Darbul Ahmar.

Gambar 1: Ustaz Akbar Fauzi, Lc., M.Pd., Dipl.

Pada hari pertama, kegiatan dibuka oleh Akhmad Naufal Febrian selaku MC, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Frans Izzul Islam. Kemudian, Ustaz Muhammad Luthfie memberikan sambutan sebagai perwakilan dari para pembina Rumah Syariah. Beliau menegaskan tentang pentingnya ilmu takhrij hadis terutama bagi para tholibul ilmi dan baahis karena dengan ilmu tersebut akan memudahkan mereka dalam memahami sunnah nabawiyyah dan bermuara pada pemahaman Al-Qur’an.

إن كنت ناقلا فصح أو مدعيا فالدليل

“Kalau kita menukil sesuatu, maka kewajiban kita adalah memverifikasi sumbernya. Bukan maksudnya sumbernya harus benar, tapi nukilan kita harus sesuai dengan sumbernya. Kalau kita ingin berargumentasi, maka kewajiban kita adalah mendatangkan argumen yang logis dan bukti empiris,” ujar beliau.

Kegiatan kemudian diserahkan kepada Muhammad Alif Maulana selaku moderator. Pada kesempatan tersebut, Ustaz Akbar Fauzi, Lc., M.Pd., Dipl. hadir sebagai pemateri yang membekali para anggota baik secara teori maupun praktik takhrij hadis. Beliau mengawali pemaparannya dengan pembacaan hadis musalsal bi al-awwaliyah  mengikuti tradisi para masyayikh sebelum memulai majelis hadisnya, yang berbunyi:

“الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ”

Beliau melanjutkan dengan penjelasan pengertian ilmu takhrij hadis secara etimologis dan terminologis yang terbagi menjadi dua, karena melihat dari segi sejarahnya.  Kemudian beliau menjelaskan secara runtut mengenai sejarah kodifikasi ilmu takhrij hadis, lalu faidah-faidah memahami takhrij hadis dan tata cara men-takhrij hadis dilengkapi dengan rukun dan kaidahnya.

“Dengan ilmu takhrij hadis, kita menjadi tidak gegabah dalam menerima dan menyebarkan berita apa pun itu, tidak hanya hadis,” pungkas beliau.

Materi ditutup dengan pengenalan berbagai aplikasi pencarian hadis, di antaranya: Maktabah Syamilah dan Jawami’ al-Kalim yang ada di komputer serta aplikasi Jāmi’ al-Kutub al-Sittah yang ada di Android. Selain itu, untuk memudahkan dalam pencarian, beliau juga mengenalkan kitab yang berisi daftar isi hadis berjudul al-Jāmi’ al-Shaghīr fi Ahādīts al-Basyīr al-Nadzīr karya Imam As-Suyuthi untuk mempersiapkan kegiatan praktik di hari kedua.

Pada hari kedua, kegiatan dimulai pukul 16.00 EET. Ustaz Akbar Fauzi membagi anggota menjadi lima kelompok banin dan lima kelompok banat untuk mempraktikkan pencarian hadis, baik melalui aplikasi maupun secara manual melalui kitab fisik. Beliau memberi masing-masing kelompok satu hadis, meminta mereka untuk mencarinya di aplikasi dan kitab hadis serta mencatatnya dengan format: catatan hadis di kitab Imam Suyuthi, imam hadis, kitab hadis mereka, bab buku, jilid buku, halaman buku dan nomor hadis. Sebagai contoh:

“تسحروا فإن في السحور بركة”

“تسحروا فإن في السحور بركة” (حم ق ت ن ه) عن أنس

أخرجه البخاري في صحيحه. كتاب الصوم،باب ٢٠، ج ١، ص ٣٥٩، رقم ح ١٩٥٧

Para anggota begitu antusias dalam mempraktikkan takhrij hadis. Mereka mencarinya di aplikasi, kemudian membolak-balikkan kitab hadis demi memastikan letak hadis mereka. Ustaz Akbar Fauzan dihujani banyak pertanyaan ketika para anggota mulai kesulitan dalam menemukan hadisnya. Mereka akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa tidak selamanya yang terdapat di aplikasi sesuai dengan yang tercantum di dalam kitab, sehingga perlu strategi dan kesabaran penuh dalam proses verifikasi keotentikan hadis Nabi. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugasnya, mereka menuliskannya di papan tulis dan mengumpulkan catatannya untuk ditandatangani. Cahaya sumringah terpancar dari setiap wajah yang ada di ruangan. Kala itu, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu yang begitu mahal, tetapi juga pengalaman yang begitu berharga yang barangkali tidak akan mereka dapatkan di tempat lain.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan berupa sertifikat oleh moderator, lalu ditutup oleh MC dan dokumentasi anggota bersama pemateri. Semoga seminar takhrij hadis ini bisa menjadikan para tholibul ilmi lebih amanah dalam mengutip segala informasi yang didapatkan serta berhati-hati dalam menyebarkannya, apalagi hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Reporter: Khairunnisa Ghina Syarifah

Editor: RSa Media

Scroll to Top