RSa Media, Kairo — Rumah Syariah menggelar Seminar Video Editing pada Sabtu, 13 September 2025, bertempat di Rumah Juang. Seminar ini ditujukan khusus bagi anggota aktif Rumah Syariah.
Di era digital seperti saat ini, kemampuan mengedit video bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan salah satu kunci untuk berkarya, membangun personal branding, hingga membuka peluang profesional. Karena itu, Rumah Syariah membekali para anggotanya melalui seminar kali ini agar mereka terus produktif dan kreatif.
Menariknya, seminar ini dipandu oleh Ustazah Muthi’ah Syahidah Ridho Ilaahi, yang merupakan anggota aktif Rumah Syariah angkatan 11 pusat. Kehadirannya membuktikan kecakapannya dalam bidang video editing, sejalan dengan komitmen Rumah Syariah menghadirkan pemateri terbaik bagi para anggotanya. Acara dimulai dengan dipandu oleh Dewi Alifah Nurrohmah selaku moderator.
Dalam sambutannya, perwakilan pembina Rumah Syariah, Ustazah Rifa Rahmah Rasyidah, S.Hum., menyampaikan bahwa ilmu yang disampaikan pemateri dapat menjadi bekal berharga bagi para anggota di masa mendatang. Beliau juga berharap, di antara peserta yang hadir, ada yang kelak mampu melanjutkan estafet kepengurusan Rumah Syariah dengan baik, khususnya di bidang video editing.
“Mari kita ubah dari sekadar hasil edit biasa menjadi editan yang bercerita, yang membuat orang tidak hanya menonton, tetapi juga merasakan. Bagi saya, video adalah bahasa cinta. Jika penulis berkata, ‘abadilah kamu dalam tulisan,’ maka editor berkata, ‘kekallah kamu dalam editan,’” ujar Ustazah Muthi’ sebelum memasuki materi.
Pemateri menegaskan pentingnya memaksimalkan peralatan sederhana yang dimiliki. Banyak orang beranggapan bahwa hasil editing yang baik hanya dapat diperoleh melalui perangkat canggih. Namun, kenyataannya, karya menarik juga bisa dihasilkan hanya dengan menggunakan ponsel dan aplikasi sederhana seperti CapCut, asalkan didukung kreativitas yang mumpuni.
Selain penyampaian materi, seminar ini juga menghadirkan sesi tindak lanjut (follow up) dengan tujuan kaderisasi sekaligus menggali bakat-bakat terpendam para peserta. Dalam sesi ini, peserta diberi tugas membuat video menggunakan footage yang telah disediakan oleh pemateri. Mereka juga mendapat kesempatan untuk melakukan konsultasi langsung secara detail. Pada kesempatan selanjutnya, karya terbaik dari peserta diberikan apresiasi khusus.
Di penghujung acara, beliau berpesan bahwa salah satu penghalang seseorang untuk berkarya adalah rasa malu, seperti malu dikritik atau ditertawakan. Padahal, banyak kreator besar juga berawal dari ejekan. “Tawa mereka akan hilang, tetapi karya kita akan abadi,” tegasnya.
Seminar ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas peserta dalam berkarya khususnya dalam bidang video editing.
Reporter: Shahifa Naila
Editor: Rsa Media
