
Kairo — Rumah Syariah menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada Kamis, 7 Maret 2026, yang bertempat di Markas Besar Rumah Syariah. Kegiatan ini dihadiri oleh para penasihat, jajaran pembina, serta perwakilan angkatan.
Musyawarah Besar merupakan forum evaluasi terhadap kegiatan komunitas sebelumnya sekaligus momentum pembentukan arah kepengurusan di periode mendatang. Dalam kesempatan ini, turut dilaksanakan pemilihan Koordinator Pembina Umum sebagai bentuk estafet kepemimpinan Rumah Syariah.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Aulia Aqila dan Rabiatul Adawiyah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Frans Izzul Islam serta menyanyikan Mars Rumah Syariah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ustaz Efendi Septiono, Lc., Dipl. selaku koordinator pembina umum.
Memasuki inti acara, sidang dibuka oleh Said Muhammad Alfarisi sebagai Presidium Sementara I, didampingi Nur Isbah Dinah sebagai Presidium Sementara II dan Siti Aisyah sebagai Presidium Sementara III. Selanjutnya, sidang diserahkan kepada presidium tetap, yaitu Ustaz Syahril Kurniawan, Lc., Dipl. sebagai Presidium Tetap I, Ustazah Noor Luthfia, Lc., Dipl. sebagai Presidium Tetap II, serta Ustaz Muhammad Luthfie Ahmad Chowie sebagai Presidium Tetap III.
Sidang dilanjutkan dengan pembacaan AD/ART Rumah Syariah. Pembahasan terkait AD/ART mencakup perubahan diksi serta penambahan dan perombakan pasal. Perumusan ini dilakukan guna memperkuat fondasi komunitas yang transparan dan berkelanjutan. Para peserta sidang begitu antusias berpartisipasti dalam diskusi.
Di tengah proses sidang, agenda dilanjutkan dengan pemilihan Koordinator Pembina Umum yang baru. Salah satu prosedur pemilihan yaitu musyawarah yang dilaksanakan oleh para penasihat Rumah Syariah. Hasil musyawarah menetapkan Ustaz Muhammad Rizqi Farhany, Lc., Dipl. sebagai Koordinator Pembina Umum yang baru periode 2026-2028, menggantikan Ustaz Efendi Septiono, Lc., Dipl. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ustaz Saiful Millah, Lc., M.A. selaku salah satu penasihat Rumah Syariah. Beliau menyampaikan pesan dengan mengutip sabda Rasulullah ﷺ tentang pentingnya menunjuk pemimpin dalam suatu kelompok agar tujuan bersama dapat tercapai dengan baik. Beliau juga mengingatkan bahwa setiap orang akan dimintai pertanggungjawabannya atas segala yang menjadi tanggung jawabnya.
Suasana haru dan gembira menyertai prosesi tersebut. Dalam sambutannya, Ustaz Muhammad Rizqi Farhany, Lc., Dipl. menyampaikan bahwa amanah yang diberikan bukanlah tanggung jawab yang dapat dijalankan seorang diri.
“Alhamdulilah serta innalillahi, semua ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena titipan Allah sehingga selayaknya hamba mengembalikan semuanya kepada Allah. Pada kesempatan kali ini, saya diberikan amanah untuk menjadi orang yang menemani teman-teman Rumah Syariah 2 tahun ke depan. Harapan saya ke depannya, saya tidak mungkin bisa berlayar seorang diri, saya tidak mungkin bisa memimpin, mengelola, mengawasi semua kegiatan Rumah Syariah sendirian. Maka dari itu, saya ingin meminta tolong, meminta bantuan teman-teman semuanya, dalam bentuk apapun untuk menjalankan Rumah Syariah,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan pentingnya kebersamaan dalam kepengurusan Rumah Syariah, sebagaimana diibaratkan dalam hadis bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan.
Dalam prosesi pelantikan ini, Ustaz Efendi memberikan sebuah buku catatan kepada Ustaz Farhany sebagai simbolisasi serah terima jabatan koordinator pembina umum. Setelah rangkaian pelantikan usai, sidang AD/ART kembali dilanjutkan hingga akhirnya presidium mengesahkan seluruh perubahan yang telah disepakati pada pukul 23.00 EET. Sidang kemudian ditutup dan dikembalikan kepada pembawa acara.
Melalui Musyawarah Besar ini, Rumah Syariah tidak hanya menetapkan perubahan dalam AD/ART, tetapi juga melahirkan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi menuju arah yang lebih baik.
Reporter: Khairunnisa Ghina Syarifah
Editor: RSa Media



